Jakarta – Tim Ducati sudah meluncurkan Ducati Desmosedici GP11 di Madonna di Campiglio Ski Resort, Italia. Termasuk livery pembalap, motor dan penampilan kasat mata motor baru mereka. Namun ternyata cukup banyak perubahan yang dilakukan tim Ducati untuk membuat motor ini lebih sesuai dengan ekspektasi tim dan pembalap.

Ducati Desmosedici GP 10

Ducati Desmosedici GP 11

Mau tahu apa saja yang berubah di Desmosedici GP11? Nih dia :

1.    Fairing dan perangkat aerodinamika
Perubahan yang paling tampak di Desmosedici GP11 ini, terlihat pada bentuk fairing dan perangkat pendukung sistem aerodinamika yaitu mini winglet yang menempel di fairing. Jika pada GP10 fairing masih melengkung ke arah mesin dan tidak menutup bagian belakang ban depan, di GP11, fairing lebih besar, dan menutup bagian belakang ban depan jika dilihat dari samping.

“Namun khusus untuk desain fairing dari atas sampai ke bawah, masih mengadopsi postur tubuh Nicky Hayden. Karena Hayden memiliki bahu lebih lebar ketimbang Valentino Rossi. Ini bertujuan untuk membantu Hayden cepat mencapai top speed yang diinginkan,” ungkap Filippo Preziosi, General Director tim Ducati.

Selain itu, Preziosi juga mengakui, bahwa bentuk fairing seperti ini, dimaksudkan untuk mengurangi daya angkat bagian depan, ketika berakselerasi di trek lurus.

Mini winglet yang menempel di fairing pun mengalami metamorfosis. Pada GP11 dimensi winglet lebih besar ketimbang di GP10, selain itu juga menempel sepenuhnya di fairing motor. Menurut data telemetry, winglet ini akan berfungsi ketika motor sudah berada dalam kecepatan 290 km per jam ke atas.

Kemudian bentuk lubang pembuangan udara panas dari mesin, juga berbentuk lubang pernapasan ikan hiu. Kabarnya lubang pernapasan ini mampu mengatur temparatur mesin agar tetap ideal.

2.    Kurva torsi yang lebih halus

Menurut sejumlah pembalap yang menggunakan motor Ducati, termasuk Casey Stoner sendiri, bahwa torsi di motor Ducati, terlalu besar. Makanya tidak heran jika pembalap kurang lihai saat keluar dari tikungan, motor bisa wheelie dan kehilangan kesempatan untuk menambah kecepatan motor.

Untuk itu tim Ducati berupaya membuat kurva torsi di GP11 jadi lebih merata. Agar motor tidak terlalu liar, dan tetap terkendali saat keluar dari tikungan. Selain itu Ducati juga meningkatkan top speed pada GP11 dan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

3.    Penggunaan carbon fiber di Airbox dan Chasis

Penggunaan chasis berbahan serat karbon fiber, memang sudah digunakan oleh tm Ducati sejak tahun 2009 lalu. Namun untuk tahun ini, Ducati akan mengaplikasikan bukan hanya pada sasis saja, tapi juga pada bagian airbox, yang terdapat di bawah tangki motor.

4.    Diameter suspensi depan berubah dari 48 mm jadi 42 mm

Perubahan paling besar terdapat pada sistem suspensi depan. Dimana Casey Stoner juga sudah mengeluhkan hal ini sejak tahun lalu. Bahkan saat Rossi melakukan tes pada motor tersebut, bagian depan masih menjadi hal yang paling tidak stabil.

Menurut Nicky Hayden yang mempunyai pengalaman lebih saat menggunakan suspensi ini, bahwa motor agak sulit dikendalikan saat menikung dengan kemiringan 60 derajat. Makanya Hayden kadang-kadang harus berkompromi saat menikung, dan tidak bisa berusaha lebih lagi.

“Bagian depan motor ini rasanya memang cukup buruk. Saya juga sempat terjatuh 11 kali dan saya rasa itu karena kehilangan keseimbangan pada bagian depan. Makanya saya berusaha untuk tidak memaksakan kehendak dan mengerti karakter maksimal yang bisa diberikan motor,” ungkap Hayden.

Untuk itu tim Ducati yang bekerja sama dengan Ohlins, merakit sistem suspensi yang untuk membuat bagian depan GP11 lebih stabil. Makanya dibuatlah suspensi depan dengan diameter lebih kecil, yaitu dari 48 mm ke 42 mm.

Sistem suspensi yang baru ini sedikit lebih mirip suspensi yang mereka gunakan pada tahun 2008. Harapannya tentu agar bagian depan sedikit terasa lentur namun tetap stabil saat pengereman dan bisa menikung lebih cepat.

sumber : otomotif.net